Perbedaan Margin Murabahah dan Riba

Ada beberapa perbedaan antara bunga (interest) dengan murabahah, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Transaksi atau akad yang digunakan dalam perbankan yang menggunakan sistem bunga adalah transaksi pinjam meminjam uang. Sedangkan transaksi atau akad yang digunakan dalam murabahah adalah akad tijaroh (bisnis), yakni transaksi jual beli barang dengan pembayaran tangguh. Perbankan syariah tidak menggunakan transaksi atau akad pinjam meminjam uang sebab dalam Islam transaksi pinjam meminjam merupakan akad tolong menolong (tabarru’), dimana orang atau lembaga yang meminjamkan uang tidak boleh meminta kelebihan dari sejumlah uang yang dipinjamkannya.

2. Bunga diambil dari jumlah pokok uang yang dipinjamkan dengan besarnya persentase (%) bunga disesuaikan dengan tingkat suku bunga. Sedangkan margin keuntungan dalam murabahah diambil dari harga barang dengan besarnya keuntungan sesuai kesepakatan antara bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli.

3. Besarnya bunga dapat terus bertambah seiring dengan lamanya waktu pengembalian pinjaman uang. Contoh : Apabila kita meminjam uang dengan menggunakan sistem bunga, misalnya besarnya bunga 2% per bulan dan kesepakatan kita mengembalikan pinjaman selama 3 tahun, maka jumlah persentase bunga adalah 12x3x2% = 72%. Sedangkan apabila kesepakatan kita mengembalikan pinjaman selama 5 tahun, maka jumlah persentase bertambah menjadi 12x5x2% =120%, dan begitu seterusnya. Sedangkan besarnya margin keuntungan dalam murabahah bersifat tetap sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli di awal akad, sebagaimana kesepakatan dalam transaksi atau akad jual beli tertangguh. Dengan pengambilan besarnya margin keuntungan yang diambil oleh penjual secara wajar.

4. Dalam sistem bunga penetapan pengembalian pokok dan bunganya bisa menggunakan perhitungan anuitas sehingga besarnya pembayaran pokok dan bunga dari tahun ke tahun berubah dan bisa juga dengan perhitungan proporsional sehingga pembayaran pokok dan bunganya bersifat tetap.Sedangkan dalam sistem murabahah (jual beli dengan waktu tangguh) penetapan besarnya cicilan pembayaran yang meliputi pokok dan keuntungan harus bersifat tetap.

5. Apabila nasabah melunasi sisa utang sebelum waktu jatuh tempo yang disepakati di awal transaksi, maka dalam sistem bunga yang harus dibayar adalah sisa utang pokok ditambah denga bunga untuk 1 atau 2 bulan yang akan datang. Sedangkan dalam sistem murabahah yang harus dibayar adalah sisa utang barang, dan bank syariah berhak untuk memberikan discount terhadap jumlah sisa utang barang yang akan dilunasi nasabah tersebut.

6. Apabila dalam sistem bunga perhitungan bunganya menggunakan floating rate (tingkat bunga mengambang), maka besarnya bunga yang dibebankan kepada peminjam bisa berubah sesuai dengan perkembangan tingkat bunga di pasar. Sedangkan dalam murabahah tidak akan terkena pengaruh perkembangan tingkat bunga di pasar.

Dengan demikian secara esensial murabahah berbeda dengan bunga

(Sumber: http://ekonomiislam9.wordpress.com/2013/12/27/perbankan-syariah/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s