Kiat Menjadi Pengusaha Sukses

Suatu hari seseorang pernah bertanya kepada Abdurrahman bin Auf -radhiallahu anhu-, “Apa saja kiat-kiat anda hingga bisa sekaya ini..? Abdurrahman bin Auf menjawab, “Dulu.. Aku selalu ridho dengan keuntungan yang sedikit”.

Dalam menjalankan usaha, yang paling penting adalah keberkahan rezeki, bukan besarnya keuntungan.

Banyak orang yang keuntungannya sedikit, namun Allah memasukkan kekayaan lain di dalam hatinya. Sebaliknya, banyak orang yang keuntungannya banyak, namun Allah mencabut keberkahan hartanya, sehingga sebanyak apapun harta yang dimilikinya, dia tidak akan pernah merasa puas dan merasa cukup dari anugrah tersebut.

Bila anda seorang pengusaha, pilih harga yang masuk akal untuk barang dagangan anda. Jangan memanfaatkan hajat orang lain demi mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Ingat, siapa yang memudahkan orang lain dalam urusan dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.
Dan siapa yang menyulitkan orang lain, maka hidupnya akan dipersulit, karena balasan sesuai dengan perbuatan. Bahkan dikhawatirkan apabila dia selalu menyulitkan orang lain, maka do’a orang-orang yang tak tertolak do’anya yaitu mereka yang merasa terzholimi akan menimpanya.
Karena Allah tidak pernah lalai dari perbuatan hamba-hamba-Nya.

(Faidah dari Syaikh DR. Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As Syinqity -hafizhahullah-)

Sebuah Renungan

ربما تكون نائما ؛ فتقرع أبواب السماء عشرات الدعوات لك من فقير أعنته بالقليل، أو
حزين أسعدته أو عابر ابتسمت له، فلا تستهين بفعل الخير أبدًا

“Saat engkau terlelap tidur, boleh jadi pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untukmu.. (Do’a itu datang) dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari orang yang lapar yang pernah engkau beri makan, dari orang sedih yang pernah engkau bahagiakan, dari orang yang pernah berpapasan denganmu dan kau beri senyuman untuknya, atau dari orang yg dihimpit kesulitan yang telah engkau lapangkan..

Maka jangan pernah meremehkan sebuah kebajikan untuk selama lamanya..”

(Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Wallahu a’lam)

________________
Madinah 25- 04 -1435 H
ACT El Gharantaly

Sumber: Ustadz Aan Chandra Thalib

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s