5 Sebab Terbesar Mahasiswa Futur Dari Manhaj

Tulisan ini saya copas dari note di fb saya

———————————————————————————————————-

*note ini ana copas dari status Ammi Ahmad Alawi sekitar bulan Desember 2012

Semoga bermanfaat…

____________________________________________________________

KAMU SEORANG MAHASISWA YANG SUDAH NGAJI? COBA BACA INI: 5 SEBAB TERBESAR MAHASISWA FUTUR DARI MANHAJ

Mahasiswa identik dengan sosok muda yang energik, idealis, pintar, cerdas, intelek, kritis, dan potensial. Sehingga mahasiswa selalu dianggap sebagai ikon perubahan serta sumber daya manusia yang luar biasa.

Namun, di balik itu semua, mahasiswa sebenarnya juga tak lebih dari sekumpulan anak muda
yang rentan terjatuh dalam penyimpangan dan kerusakan. Jiwa muda selalu menuntut mereka untuk mencari jati diri. Ditambah lagi dengan kegelisahan batin serta gejolak psikologi yang tidak menentu, menjadikan mahasiswa seolah berada di antara 2 cuaca: panas dingin.

Kita bersyukur kepada Allah, pada hari ini semangat para pemuda (mahasiswa) untuk mempelajari Islam dengan manhaj Salaf telah tumbuh sangat pesat dan signifikan. Di seantero negeri ini, telah banyak kajian Islam Manhaj Salaf yang alhamdulillah selalu ramai dengan para pemuda (mahasiswa).

Namun, harus pula diakui, seiring bertambah pesatnya para mahasiswa yang sudah mau mengaji ilmu sunnah, seiring itu banyak pula para mahasiswa yang berguguran dari manhaj alias futur, tidak sanggup istiqomah di atas al haq.

the_way_of_the_salaf

Setelah diamati, inilah 5 sebab terbesar mahasiswa futur dari manhaj:

1. TERKENA FITNAH WANITA
Poin ini merupakan sebab yang teratas dan paling banyak terjadi dari ke-5 sebab yang ada. Seorang mahasiswa sudah ngaji, tapi tak sanggup melawan perasaan cintanya kepada wanita yang menaklukkan hatinya.Akhirnya ia pun lebih memilih menjalin hubungan asmara dengan wanita tersebut (biasanya teman mahasiswinya). Biasanya wanita itu awam, belum ngaji. Sehingga si mahasiswa sering mengalami perang batin antara takut dosa dan cinta yang membara. Namun akhirnya ia menyerah kepada cintanya. Konsekuensinya, ia pun kian menjauh dari majelis ilmu serta teman-teman sesama ngajinya. Lama-lama ia pun menghilang. Melepas ikatan manhajnya. Ia lebih suka menghabiskan hari dengan sang pacar daripada tholabul ‘ilmi. Kalau ada mahasiswa yang mulai berani menjalin “cinta terlarang”, tunggu saja apa yang akan terjadi.

2. KESIBUKAN DUNIAWI DAN KULIAH
Kuliah memang sangat menguras waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Mahasiswa ngaji yang tidak pandai mengatur waktu, ditambah dasar karakternya malas mencari ilmu, lambat laun bisa futur karena “tak ada waktu” buat bermajelis ilmu. (Tapi futsal plus ngegame kok jalan terus?:|)

3. TEKANAN ORANGTUA
Kebanyakan orangtua yang masih awam tidak senang bila anaknya ngaji. Risih melihat anak lelakinya jadi jenggotan, celana cingkrang, ga’ mau tahlilan lagi, dll. Gerah lihat anak gadisnya pakai jilbab lebar panjang, apalagi pakai niqab. Maka, tak jarang orangtua pun melakukan berbagai intimidasi, ancaman, kecaman, serta kemarahan, agar anaknya “tidak aneh-aneh”, yang biasa saja. Anak yang tak tahan dengan sikap orangtua yang semacam ini lambat laun akan goncang jiwanya, hingga kemudian dengan berat hati meninggalkan manhaj dengan alasan kasihan sama orangtua, demi bakti pada orangtua.

4. TERMAKAN FITNAH SYUBHAT
Konsep berpikir mahasiswa yang serba kritis dan idealis, acapkali membuatnya tak puas ngaji Manhaj Salaf yang haq. Ia pun masih terus mengembara dari satu kajian ke kajian lain yang menawarkan ragam pemahaman yang berbeda-beda, yang tentunya tak berjalan di atas al haq. Ironisnya,dari sekian banyak pemahaman yang menyimpang itu, ada yang menarik hatinya. Ia pun kian dalam mengikutinya. Hingga tanpa terasa manhaj Salafnya makin terpendam, dan tergantikan oleh manhaj baru yang tidak sesuai ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Shahabat.
(Kami memiliki seorang murid yang dulunya sangat semangat mempelajari ilmu sunnah dan manhaj Salaf. Namun, ia juga tak membentengi diri dari pengaruh pemahaman di luar ilmu sunnah. Dia terkena fitnah syubhat Khawarij. Hingga akhirnya sekarang dia sudah tidak ngaji manhaj Salaf lagi, tapi lebih berpegang dengan manhaj khawarijnya. Wal’iyadzu billah)

5. SENGAJA MENINGGALKAN MANHAJ TANPA SEBAB APAPUN
Mahasiswa pada kategori ini biasanya niat awal ngajinya dulu hanya ingin incip-incip saja, bukan karena jujur dan serius ingin mendalami agama agar bisa diamalkan sehari-hari sebagai bekal kehidupan akhirat. Ia cuma sekedar ingin tahu: “Kayak apa sih rasanya ngaji Salafy itu?”
Setelah dirasa cukup dia merasakan jadi “orang ngaji”, ya sudah, begitu saja, dia pun meninggalkan manhaj tanpa beban sama sekali. Tanpa merasa dosa. Tanpa peduli dengan istilah futur. Karena memang niatnya ngaji cuma buat ikut-ikutan saja. Coba-coba. Ingin tahu, seperti apa rasanya. Mahasiswa ngaji jenis ini tak ada bedanya sama mahasiswa awam yang belum mengenal ilmu.

Inilah…….. 5 sebab terbesar mahasiswa futur versi Ammi Ahmad Alawi. Ini bukan sebagai pembatasan. Barangkali Anda bisa menyebutkan sebab-sebab lainnya? Silahkan tambahkan…….

Setelah membaca ini, buat adik-adikku para mahasiswa, luangkanlah waktu sejenak buat intronspeksi diri. Apakah dirimu termasuk mereka? Sungguh hidayah ini sangat mahal… :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s