Sebab-Sebab Untuk Kokoh di Atas Agama

Manhajul Anbiya
=============

*SEBAB-SEBAB UNTUK KOKOH DI ATAS AGAMA*

๐Ÿ“ŒPertanyaan :
Wahai syaikh yang mulia… Sungguh semakin banyak fitnah di zaman ini. Maka apa saja sebab-sebab terpenting untuk kokoh di atas agama Allah ‘Azza wa Jalla ?

โœ๐Ÿป Jawaban :
Sebab-sebab terpenting untuk bisa kokoh di atas agama-Nya adalah
๐Ÿ“Œ beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
๐Ÿ“Œ ridha dengan-Nya, dan
๐Ÿ“Œ menegakkan ketaatan kepada-Nya semaksimal kemampuan.

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Diriwayatkan dari Nabi shallahu-alaihi-wasallam, bahwa beliau bersabda :
“Apabila engkau melihat kekikiran ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia lebih didahulukan, dan setiap orang yang memiliki pendapat berbangga dengan pendapatnya ; maka wajib bagimu mengurus dirimu sendiri, dan tinggalkanlah urusan keumuman orang.”

Namun sifat ini tidak bisa diterapkan kepada keadaan kita sekarang, Alhamdulillah.

๐Ÿ› (“kekikiran ditaati”) berlomba-lombanya manusia mencintai dan mengejar harta.

๐Ÿ›(“Dunia lebih didahulukan”) begitu juga ini pun ada. Karena mayoritas manusia mendahulukan dunia di atas akhirat,

๐Ÿ›(“hawa nafsu yang diikuti”) begitu juga ini ada. Sampai-sampai dijelaskan ‘ulama,ย  ‘engkau mendapati sebagian ‘ulama tidak ada yang dia inginkan selain membela pendapatnya dan hawa nafsunya’. Tanpa melihat apakah pendapat tersebut benar ataukah salah.

๐Ÿ›(“Setiap orang yang memiliki pendapat berbangga dengan pendapatnya”) ini juga merupakan musibah, bahwa seseorang apabila berpendapat dengan sebuah pendapat, padahal dia bukan seorang yang ‘alim (berilmu), dia berpendapat dengan sebuah pendapat pada perkara-perkara dunia misalnya, kemudian dia berbangga dengannya, tidak mau mengalah kepada orag lain, walaupun jelas baginya bahwa itu benar.
Maka ketika demikian, wajibmu atasmu untuk mengurus dirimu sendiri.

โœ…Wajib bagi seseorang kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla sesuai apa yang datang di dalam Al-qur’an dan as-Sunnah, dan sesuai apa yang ditempuh para Salafush Shalih.

โ˜‘Hendaklah dia bertakwalah kepada Allah semaksimal kemampuannya, dengan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, serta berdakwah kepada Allah di atas ilmu.

๐Ÿ“šLiqaa’ al-Bab al-Maftuh 196

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s