Seandainya yang Mati Bisa Bicara

SEANDAINYA YANG MATI BISA BICARA…

Telah diberikan apa yang mencukupi, masih meminta apa yang bisa membuat melampaui batas…

Tidak pernah merasa puas dengan yang sedikit dan tidak merasa kenyang dengan yang banyak…

Maka sungguh aneh orang yang menyakini adanya tempat kebenaran (akhirat) namun dia berusaha untuk tempat penipuan (dunia)…

Alangkah celakanya diri…

Bagaimana mungkin orang yang syahwatnya tidak pernah puas dan keinginannya tidak pernah berakhir bisa beramal untuk akhirat…?

Bagaimana mungkin ia lalai, sedangkan Allah tidak pernah lalai…?

Bagaimana hidup memberi kenyamanan, sedangkan hari yang berat ada dibelakangnya…?

Bagaimana mungkin takjub dengan sebuah negeri, sedangkan kegembiraan dan keabadian ada di negeri lain…?

Saat ini, kita belum merasakan mati…
Tapi kedatangannya adalah pasti, meskipun tak seorangpun tahu, kapan maut menghampiri…

Saat ini, belum ada yang disesali, namun boleh jadi ia datang esok hari saat penyesalan tak berguna lagi…

Kematian merupakan akhir dari kehidupan dunia, dan alam kubur merupakan tempat kehidupan akhirat yang pertama kali…

Andai saja mereka yang mati bisa bicara…
Andai bisa mendengar rintihan mereka…
Mungkin semua beriman kepada Allah…

Wahai saudaraku…

Mengapa engkau tidak menangis atas sisa-sisa umur dari hidup ini…?

Berapa banyak orang yang diakhir hidupnya tergelincir dengan melakukan amalan buruk ketika ajal menjemputnya…?

Allah Ta’ala berfirman :

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)” (QS. Al-Hijr [15] : 3).

Sampai kapankah kebaikan-kebaikan terus menghilang dan maksiat-maksiat terus diperbarui…?

Belumkah datang saatnya bagi orang-orang yang tidur untuk bangun…?

Belumkah datang saatnya bagi orang-orang yang lalai untuk sadar…?

Belumkah datang saatnya bagi orang beriman untuk tunduk khusyu’ mengingat Allah…?

Kapan akan waspada terhadap satu hari ketika kulit berbicara dan memberikan kesaksian di dalamnya…?

Tidakkah takut ketika ruh dicabut, sementara berada dalam kemaksiatan…?

Dimanakah rasa kesedihan…?

Apakah engkau musafir ataukah mukim…?

Jika seorang musafir, kemanakah akan pergi, Surga ataukah Neraka…?

Jangan tahan air matamu, hingga melihat keuntungan di akhirat…!

Jangan pula bertaubat lalu merasa gembira, sebelum tahu akibat segala urusan di akhirat…!

Mu’min yang akan meninggal dunia tidak menangis karena dunia yang akan ditinggalkan, tapi mereka akan memasuki akhirat dan merasa belum banyak berbekal diri untuknya…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seandainya di masjid ini ada 100rb orang atau lebih dan di dalamnya juga ada SEORANG penghuni neraka, lalu ia bernafas dan nafasnya mengenai mereka, tentulah nafas itu bisa membakar masjid beserta orang-orang yang ada di dalamnya” (HR. Abu Ya’la no.6640, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.3668 dan Hilyatul Auliyaa’ no.5772)

Ya Allah selamatkanlah kami dari api neraka…
Ya Allah selamatkanlah kami dari api neraka…

Semoga Allah merahmati seorang hamba yang melakukan dosa, lalu sadar, merasa takut, kemudian mau beramal dengan segera…

✍ Ust Najmi Umar Bakkar

join ↪https://telegram.me/najmiumar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s