“Gabut” Berfaidah

Di tengah liburan semester yang belum ada agenda harian (niatnya sih pengen belajar buat ngelancarin bahasa Inggris, maklum mahasiswa tingkat 4 hehe. Tapi, sampai saat ini masih belum terealisasi. Padahal ebook TOEFL ataupun IELTS udah numpuk di laptop. Butuh motivasi lebih sepertinya :P), gue iseng-iseng baca blog orang.

Singkat cerita, nemu blog mahasiswi muslimah asal Indonesia yg lagi ngambil PhD di Imperial College London alias ICL (ya, ICL! Kalo gak tau apa itu ICL, keknya anda mesti buka topuniversities.com deh wkwk). Mbak yang satu ini ternyata seorang asdos di ICL sana. Di salah satu postingannya dia bercerita, yang intinya, teruslah mencoba selama mencoba itu gak dosa. Di salah satu bagiannya, seolah dia kembali mengembalikan optimisme diri ini yang ingin sekali melanjutkan studi pascasarjana, namun diliputi ketakutan (takut gak diterima, dsb) karena IPK yg gak bagus2 amat (tapi masih di atas 3 sih :P). Gak bagus-bagus amat karena anak-anak FEB UI pada ambi-ambi, bro! Dan juga karena kemampuan bahasa Inggris gue yang (mungkin saat ini masih) di bawah rata-rata (sekali lagi, dibandingkan mahasiwa-i satu fakultas).

Inilah bagian yg gue maksud itu, (asli copas tanpa ada perubahan)

Mau itu daftar beasiswa, ngelamar kerja, ikut kompetisi mahasiswa, menghafal Qur’an, berwirausaha, racik resep baru masakan (ini mah targetan rumah tangga), dsb. Semua berawal dari nyoba. Jangan patah arang sebelum nyoba, “Mba, saya IPK nya rendah”, atau “Saya ga pernah ikut organisasi, apa bisa saya diterima?”. Aduh mas shalih dan mba shalihah, jangan inferior dulu, prinsip saya, ketuk semua pintu yang ada, alias dicoba segala usaha (yang halal dan thoyib ya) lalu biarkan Allah yang menentukan dari pintu mana rezeki itu akan sampai ke tangan kita. Bahkan S3 saya kemarin, juga coba-coba. Hayo ngaku, ga jarang kan kita coba-coba tapi ternyata dapat apa yang kita inginkan? Nah itulaaah, the power of coba-coba, hehe… Semua tentu berjalan atas izin-Nya. Tapi kalo kita ga nyoba, ya kali itu rezeki langsung hadir di depan mata. Ikhtiar neng ikhtiar… *colek diri sendiri, hehe😀

Setidaknya ada satu hal penting yang gue dapet, yaitu, jangan bermental inferior dulu! Coba dulu semua kemungkinan (yang dibenarkan syariat tentunya) yang ada. Keep trying and praying!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s