Bersama Allah

Selama engkau bersama Allah tak ada yang mampu merampas kebahagiaan darimu.
Lihatlah dalam perang al-Ahzab, ketika Madinah dikepung oleh sepuluh ribu tentara musuh, para sahabat Nabi diguncang dengan guncangan yang sangat dahsyat, dada-dada mereka diliputi kegelisahan dan ketakutan, bumi pun terasa sempit, padahal bumi itu luas, akan tetapi para sahabat adalah kaum yang tidak pernah berpisah dari Allah, maka Allah pun memberi kemenangan kpd mereka, pasukan musuhpun lari sekencang-kencangnya bagaikan larinya anak ayam ketika melihat seekor elang hendak menyambar dan menerkam dari ketinggian..

Apakah para sahabat pada waktu itu lebih kuat? jumlahnya lebih banyak?
Jawabnya: tidak, jumlah mereka lebih sedikit, bahkan para sahabat pada waktu itu diliputi kelaparan, kedinginan dan belum sempat menyambut perlawanan. Tapi mengapa Allah memenangkan mereka? Karena mereka bersama Allah, dan Allah bersama mereka.

2. Lihatlah Musa dan kaumnya. Ketika mereka dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Allah selamatkan Musa dan kaumnya… dan Allah tenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya…
Padahal Musa dan kaumnya belumlah mengangkat senjata…. mengapa????
Karena Musa bersama Tuhannya….
___________
Saudaraku, apakah sekarang Allah bersama kita?????
Ayo kita berjalan bersama Allah, perbaiki akidah kita, perbaiki apa yang rusak, perbaiki ukhuwah dan kita retas jalan kejayaan dengan mengajak ummat kembali bersama Allah dan mentauhidkan Allah
______
Sebagian kawan-kawanku yang memiliki ghirah membela Islam -(semoga Allah membimbing dan menjaga mereka), mereka berkata:
“Kalian hanya bisa bilang: sabar… sabar…. ngaji tauhid… ngaji tauhid… dakwah… dakwah….”
Kapan berjuangnya? Kok cuma diam tidak bergerak, sampai kapan?

Saudaraku…
Apakah mengajak ummat kembali bersama Allah dan mentauhidkan Allah itu bukan berjuang?
Kita tdk pernah diam dan kita selama ini tidak diam. Kita tdk pasrah dan selama ini kita tdk pernah pasrah tanpa amal, tapi kita meretas jalan kejayaan, kita berdakwah memperbaiki umat…
Ingatlah ketika siksaan kafir Quraisy sudah benar-benar di luar batas kemanusiaan hingga para sahabat berputus asa..
Taukah antum apa yg dilakukan Nabi???
Beliau tdk berputus asa… di atas kelemahan beliau meretas jalan kejayaan dg tetap mendakwahkan tauhid di kota Makkah…
Apakah Nabi keliru dengan melarang para sahabat angkat senjata pada waktu itu? Tentu tidak…
Karena mengajak jiwa-jiwa agar kembali bersama Allah dan mentauhidkan Allah itu justru senjata utama peraih kemenangan.
Dari sinilah kita tau mengapa Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu berkata kepada panglimanya:
“Sesungguhnya yang aku takutkan bukanlah musuh-musuh kalian, tapi yang aku takutkan adalah diri-diri kalian. Sesunggugnya kalian diberi kemenagan oleh Allah karena maksiat yang dilakukan oleh musuh2 kalian… maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk mengalahkan jiwa-jiwa kalian sebelum kalian minta pertolongan atas musuh2 kalian.”

Surabaya,
Rabu, 1 Feb 2017 M/ 4 Jumadal Ula 1438 H
Akhukum Fillah: Fadlan Fahamsyah

(dengan sedikit penyesuaian tanpa mengubah makna)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s