Tentang Pentingnya Mencari Pasangan yang Semanhaj

Pagi-pagi gini udah dapet pesan dari grup WA-nya Ippho Santosa. Isinya rada “kompor” sih kalo menurut saya (apakah ini baper? entahlah wkwk). Langsung aja lah saya share di sini

________________

Mau hidup bahagia dan terhindar dari berbagai macam penyakit? Salah satu resepnya adalah memiliki pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan. Dengan kata lain, memiliki pasangan yang menyenangkan alias menentramkan.

Penelitian terkait hal ini digelar oleh Dr Bill Chopik dari Michigan State University, terhadap 2.000 pasangan selama 6 tahun. Para responden diminta terus-menerus melaporkan mengenai kondisi kebahagiaan dan kesehatan mereka.

Sebelumnya, riset bertajuk Novel Links Between Troubled Marriages, yang dihelat oleh Lisa Jaremka juga mengungkapkan perihal yang serupa. Hidup bahagia dan sehat salah satunya disebabkan oleh pasangan yang menyenangkan. Anda boleh menyebutnya, menentramkan.

Kejadian ini mengingatkan kita pada penciptaan Adam pertama kali. Adam tercipta dari tanah dan belum memiliki pasangan (istri). Walaupun sejak awal penciptaan, Adam sudah ditempatkan di surga, ternyata Adam tidak mampu menikmati keindahan surga secara sempurna tanpa adanya seorang pendamping hidup.

Di sinilah hikmah besar di balik pernikahan. Apa itu? Demi menghadirkan “kedamaian hidup” (sakinah) dalam kehidupan manusia. Allah menjadikan istri, sebagai sosok yang bisa menentramkan tatkala suami melihatnya. Sudah ribuan tahun, hal ini terbukti. Right?

Oleh karenanya, penciptaan Hawa bukan saja sebagai pendamping hidup Adam. Tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa hanya dengan pernikahan atau dengan ditetapkannya “institusi nikah” manusia akan merasakan kedamaian hidup (sakinah) itu.

Siapa sih yang nggak mau hidup yang bahagia dan sehat? Nah, salah satu yang bisa menyebabkan itu adalah hadirnya pasangan yang menentramkan. Ya, riset dan dalil telah membuktikan hal ini sejak lama.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

___________________

Di antara pelajaran yg bisa saya ambil adalah.. pentingnya mencari pasangan hidup yg semanhaj dengan kita. Kenapa? Ya karena riset telah membuktikan (sebagaimana disebutkan di atas) bahwa memiliki pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan dapat berpengaruh terhadap kebahagiaan dan kesehatan seseorang.

Bayangkan kalo kita menikah dengan orang yg tidak semanhaj dengan kita, tentunya akan ada (banyak) potensi gesekan/konflik yg mungkin terjadi, khususnya dalam perkara-perkara agama. Untuk menghindari risiko (yg bener risiko loh.. salah satu faidah dari ngambil matkul manajemen risiko hehe) terjadinya konflik yg berkepanjangan itu, maka sedari awal kita harus berusaha untuk menghindarinya. Caranya ya dengan menikah dengan orang yg semanhaj dengan kita.Yang perlu diingat, dalam postingan ini saya tidak bermaksud mengharamkan menikah dengan pasangan yg tidak semanhaj loh ya.. postingan ini hanyalah sebuah usaha untuk meminimalisasi risiko konflik dalam kehidupan rumah tangga #eaa

Catatan: saya mengikuti grup yg dikelola oleh mas Ippho itu dengan tujuan belajar ilmu bisnis & manajemen, bukan belajar ilmu agama. Jadi jangan heran jika ada di antara pembaca yg mendapati ada hal-hal yg “aneh” ketika beliau berbicara masalah agama atau ketika berbicara masalah bisnis (dan hal-hal duniawi lainnya) dan mengaitkannya dengan Islam. Hal ini justru bisa menjadi ladang dakwah kita untuk mengingatkan beliau, atau minimal admin grup (yg merupakan timnya mas Ippho), dengan cara japri tentunya, bukan di grup.  Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s