Kesempatan Kita Terbatas

📕 Kita memiliki segala keterbatasan, akal kita terbatas, kekuatan kita terbatas, kemampuan kita terbatas…juga umur kita terbatas…orang yang paling bahagia diantara kita adalah yang mengisi hidupnya dengan amal shalih serta tidak tertipu dengan gemerlapnya kehidupan dunia…

📗 Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah berkata :

فالواجب علينا – أيها الإخوة – أن ننتهز هذه الفرصة، أن ننتهز فرصة وجودنا في الدنيا حتى نعمل للآخرة، و العجب أن الذي يعمل للآخرة ينال الدنيا والآخرة، و الذي يعمل للدنيا يخسر الدنيا والآخرة، لا أقول ذلك من عند نفسي و لكني أقول ذلك بكتاب
الله…
“Wajib bagi kita – ayyuhal ikhwah – untuk mengambil kesempatan ini, mengambil kesempatan kita berada di dunia agar beramal untuk akhirat, dan yang menakjubkan adalah  orang yang beramal untuk akhirat ia mendapatkan dunia dan akhirat, adapun orang yang beramal untuk dunia  ia pun rugi dunia akhirat, saya tidak berkata demikian dari diri saya pribadi, akan tetapi saya berkata demikian dengan dasar kitabullah, Allah azza wa Jalla berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Siapa yang mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” ( QS.Al-Nahl : 97 )

kehidupan yang baik ini di dunia
“Kami beri balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” ini di   akhirat.

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا * الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا * أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

103. Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya? ”
104. (Yaitu)  orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia,sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.
105. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya.  Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal)  mereka pada Hari Kiamat. ( Qs Al Kahfi : 103-105 )

(lihat Al-liqaat Ar ramadhaniyah: 16)

Semoga Allah selalu membimbing kita dalam kebaikan, آمين

✍ Akhukum  : Abu Ya’la Kurnaedi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s